Jumat, 24 Oktober 2014

Goresan Tinta

Bapak negaraku

Datang tampak muka , pergi tampak punggung. Begitulah yang rakyat serukan untukmu Bapak Negaraku.
Sungguh , ingin sekali saja sejenak saya bertatap muka denganmu Pak ,menyampaikan segala keluh kesahku tentang kepemimpinanmu. Dulu. Namun kini,saya mengurungkan niat itu dan mengerti kenapa bahwa sayalah yang salah mengerti. Hari-hari yang melelahkan telah kau lewati dengan keberanian , kewibawaan , ikhlas untuk memperjuangkan negaramu ini. Sudah 10 tahun lamanya kau terus berjuang untuk negaramu dan rakyatmu dari sabang sampai merauke hingga akhirnya sampai bisa sekarang ini. Ini tak mudah, namun kau mampu Pak. Mungkin tak ada seorang pun yang bisa menyamaimu Pak . Rakyat Indonesia pasti selalu rindu denganmu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono :) Jutaan cerita indah untukmu.. Terimakasih Bapak Negaraku , Bapak Susilo Bambang Yudhoyono .
Tak ada mantan presiden , yang ada orang yang akan selalu memperjuangkan Indonesia ke depan.


_AL

Tinta Hitam

oktober_ketika cinta

Cina adalah rasa sakit yang tertunda. Rasa mati yang menunggu. Rasa lelah yang menyapa. Rasa kehilangan yang tertata. Cinta adalah ketakutan dalam bentuk lain. Cinta punya caranya sendiri,cara yang sangat indah yang berujung helan nafas teriris. Cinta memiliki sejuta misteri. Dan cinta juga memiliki sejuta ambisi. Cinta hanya sebuah ungkapan biasa yang didefinisikan indah. Tapi pada kenyataannya cinta hanyalah sisi lain dari kelam. Yang hitam dan pekat. Cinta hanya sebatas itu.

_AL